Postingan

Perilaku Alam ibarat Orang Bijak

Gambar
Saya tidak tahu harus menyebut postingan ini sebagai apa, Sinopsis, Resensi, atau Review sebuah buku. Sepertinya bukan salah satu dari ketiganya, saya kembalikan ke pembaca -itupun kalau ada yang sudi membaca ini- menyebutnya apa. Postingan ini hanya ujung dari keresahan saya pribadi. Saya tidak tahu apakah ada yang lain diluar sana ada yang juga pernah merasakan, tapi sebelumnya, atau penyebab dari ditulisnya postingan ini adalah saya yang sempat merasa tidak memiliki keahlian apapun, atau tidak sebaik orang-orang dalam m elakukan hal apapun (pekerjaan di kantor maupun pekerjaan rumah misalnya), dan saya yang sempat merasa tidak produktif sepanjang waktu, hanya memantau TL medsos atau menonton series atau film saat waktu luang misalnya, atau merasa kesepian sepanjang waktu. Kemudian saya pikir kenapa tidak untuk mencoba tenggelam sekal i lagi kembali ke dunia yang juga sempat pernah membuat saya tenggelam : Fisika. Jadi saya coba membaca lagi, bukan, bukan hal hal yang berat untuk dil...

Grow it Up

Sembari mengingat bahwa semuanya tidak ada yang berawal dari hal kecil, tidak ada yang kita awali dengan hal kecil, bukan? Semuanya berawal dari hal besar, niat yang besar, perjuangan yang besar, harapan raksasa, impian langit dan hal hal besar lain. Tugas kita adalah membuatnya tetap, selalu, terus menjadi hal besar, tugas kita to keep everything lights up, its better to grow it up, bigger and bigger.

Simpang Jalan

Ketika berada dipersimpangan jalan, Memang sangat sulit melakukan semuanya dengan berimbang, agar nir-ketimpangan. Karena kedua arah di persimpangan itu memang menurut kita tak bisa dipilih salah satunya saja, keduanya kita inginkan, kita impikan, dan harus kita usahakan. Tapi ada satu saat, sadar tak sadar, saat ketika kita harus berkecenderungan. Bukan memilih, bukan, jadi bukan berarti kita harus mengesampingkan atau bahkan meninggalkan salah satunya, bukan. Tapi kecenderungan, mau tak mau, ia datang, baik dari  membaca keadaan, tuntutan / keharusan akan suatu hal, atau hanya murni diri sendiri yang berkeyakinan. Sekali lagi, tak meninggalkan salah satunya, tidak sama sekali, hanya punya kecenderungan atau condong ke salah satunya, karena kita tau satu yang lain juga bagian dari mimpi yang masih harus diperjuangkan. Tiap-tiap dari kita punya kecenderungan ke arahnya masing-masing, dan mungkin seharusnya ketika sudah berkecenderungan ke salah satu arah, harus lebih bers...
Gambar
Tim Robotika FMIPA : My Own Story        Hari ini malam takbiran kawan, ya, malam idul adha. Lagi, untuk kedua kalinya aku harus ber-malam takbir-an di Solo, di rantau orang. entah kenapa, malam ini masih pengen ngeblog lagi, setidaknya buka blog yang tidak terawat ini, walau hanya untuk nge-post hal hal yang tidak penting. Haha.. Ok, entah juga, aku masih ingin nulis tentang robotik, atau tim robotik yang aku ikuti, mungkin karena lagi gabut aja. Haha.. maaf jika tulisan ini tidak ada plotnya, ngalor-ngidul saja.           Tidak terasa Kawan, waktu seakan berlalu begitu cepat, terlalu cepat hingga sering kuwalahan ku mengikuti cepatnya, hehe… Tidak terasa sudah hampir satu tahun aku bergabung di tim itu, tim yang dulunya dikenal sebagai Prota (Physics Robotic Team), lalu berubah menjadi Robotika FMIPA UNS, dan sekarang menjadi Tim Robotika UNS. Basically, aku suka belajar elektro, jadi aku coba-coba daftar untuk bergabung ...
Gambar
Tentang ROB                 Kawan, Mungkin ini kali pertama aku memposting tulisan tanpa struktur, tak mengikuti format apapun, bukan deskripsi, bukan argumentasi, bukan pula eksposisi, dan bukan apapun itu namanya, hanya tulisan ringan. Dalam tulisan yang tanpa persiapan sama sekali ini, aku hanya ingin bercerita kepadamu kawan, siapapun yang mau membaca tulisan ini. Jadi, marilah kita mulai saja ceritanya kawan.                         Kawan, pernahkah kau mengalami ini : saat kau bangun di pagi hari kemudian bersiap pergi ke sekolah seperti biasanya, kau mendapati  air menggenangi jalanan depan rumahmu tanpa hujan semalam atau beberapa hari sebelumnya. Kemudian kau tetap pergi sekolah menggunakan sepedamu, dan sepulang sekolah kau juga masih mendapati genangan air itu tetap membanjiri jalanan depan ru...
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kanzus Sholawat Pekalongan  tahun 2016: NKRI Harga Mati Pekalongan- Para Ulama dan akademisi dari 9 negara menghadiri Konferensi Ulama Thariqoh di Hotel Santika Kota Pekalogan pada hari Jumat, 15 Januari 2016 lalu. Keesokan harinya, Sabtu 16 Januari 2016 Warga Pekalongan tumpah ruah di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Lapangan Jatayu Kota Pekalongan guna menyaksikan dan ikut memeriahkan Pawai Panjang Jimat dalam serangkaian acara Peringatan Maulid Nabi SAW. Kanzus Sholawat Kota Pekalongan. Ditengah Kabar duka terror di 6 titik berbeda di Ibu Kota, Pekalongan dengan Kanzus Sholawatnya mampu memupuk optimisme dan memperlihatkan Islam yang sebenarnya, yaitu wajah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi seluruh alam. Serangkaian Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. diadakan oleh Kanzus Sholawat Pekalongan yang dipimpin oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya yang mengangkat tema global bela Negara dan cinta tanah air. Termasuk dalam ...
Gambar
Filosofi lopis: Lopis krapyak pekalongan terbuat dari beras ketan. Bulir bulir beras ketan yang tadinya terpisah pisah, dikukus sehingga bulir saling menempel dan Dapat menjadi satu bentuk lopis sedemikian rupa. Lopis berbentuk hampir serupa dengan lontong, dibungkus dengan daun pisang, tetapi diikat kuat sepanjang bentuk silindernya tersebut.  Hal tersebut mempunyai filosofi untuk saling menjaga silarurahim antar sesama. Bulir beras ketan yang tadinya terpisah pisah dapat menempel satu sama lain berarti manusia yang pada awalnya tercerai berai hendaknya menyambung kembali tali silaturahim untuk dapat menempel atau bersatu kembali. Lopis yang diikat berarti ikatan silaturahim yang sudah terjaga atau diikat kuat-kuat tersebut hendaknya dijaga baik-baik agar tidak kembali bercerai-berai. ‪#‎ syawalan‬